KONTRIBUSI INTELEKTUAL ISLAM ATAS DUNIA BARAT

A.  Pendahuluan

Dunia Barat saat ini telah mencapai kemajuan yang sangat pesat terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia Barat juga mampu memunculkan berbagai temuan baru secara dinamis dan varian, sehingga dunia Barat dianggap banyak memberikan kontribusi terhadap science dan ilmu modern. Namun pada dasarnya kemajuan yang diciptakan dunia Barat sekarang ini tidak terlepas dari transformasi dan kontribusi intelektual Islam pada masa-masa sebelumnya atau pada masa kejayaan islam. Ketika itu, dunia Barat masih berada pada masa kegelapan akibat doktrin gereja, sedangkan di belahan timur umat Islam telah membentuk suatu peradaban gemilang yang banyak menciptakan ilmu-ilmu pengetahuan maupun ilmiah yang berkembang dengan pesat.

Kemajun umat islam pada saat itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat muslim saja, masyarakat nonmuslimpun merasakan kemajuan-kemajuan Islam, termasuk dunia Barat. Namun seiring dengan berjalannya waktu umat Islam pun mulai mengalami kemunduran pada abad pertengahan, yang pada akhirnya sentuhan Islam dengan dunia Barat memunculkan transformasi intelektual dari Islam yang melahirkan gerakan renaissance, reformasi dan rasionalisme di dunia Barat.

Dengan demikian, kemajun-kemajuan ilmu pengetahun dunia Barat yang begitu berkembang seperti sekarang ini tidak terlepas dari kontribusi kemajuan Islam pada saat kejayaan umat Islam waktu itu. Untuk penjelasan yang lebih jelasnya, dalam makalah ini penulis mencoba menguraikan kontribusi intelektual Islam atas dunia Barat.

B. Masa Kegelapan Dunia Barat

            Dari segi keilmuan, selama beberapa abad, dunia Barat dikuasai oleh doktrin gereja yang cenderung menolak kajian ilmu pengetahuan dan budaya berpikir atau filsafat yang pernah berkembang pada masa sebelumnya di Yunani.[1]

            Gereja Timur menganggap ilmu filsafat Yunani berbahaya terhadap agama Masehi. Sebab itu institut-institut ilmu dan filsafat  Yunani ditutup dan tidak diizinkan membukanya, seperti dilakukan oleh Gestanian, yaitu dengan menutup sekolah Athena (tahun 529 M). Pendeta Yunani yang mengajar di sekolah tersebut dianggap kafir dan dihukum dengan bermacam-macam hukuman.[2]  Sementara dunia Barat berada pada masa kegelapan, dunia Islam sibuk melakukan pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang begitu pesat sehingga melahirkan peradaban yang bernilai tinggi.[3] Mulai abad VIII sampai XIII Masehi umat Islam telah mencapai keemasan dengan kebangkitan dan perkembangan ketrampilan dalam segala bidang ilmu pengetahuan terlebih lagi dengan kehadiran Islam di Andalusia telah menambah Khazanah peradaban Islam yang sungguh mengagungkan di belaham dunia bagian Barat, jauh meningalkan peradaban Eropa.[4] Hasilnya adalah berkembangnya berbagai macam cabang ilmu pengetahuan dalam Islam seperti fisika, biologi, kedokteran, pengobatan, kimia, astronomi dan sebagainya. Demikian pola pikir rasional yang dikembangkan oleh para ahli di kalangan umat Islam, menyebabkan lahirnya ilmu mantik, matematika dan sebagainya, sehingga umat Islam pada zaman pertengahan memegang tampuk kemajuan yang gilang gemilang dalam segala bidang, baik dalam ilmu pengetahuan, kesusasteraan, pemikiran dan kebudayaan.[5]

            Pemikiran orang Barat kemudian mulai terbuka dan mereka melihat kenyataan bahwa apa yang dipropagandakan gereja bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Pertentangan antara ilmu berlangsung cukup lama yang akhirnya dimenangkan oleh ilmu pengetahuan, setelah ilmuan Barat melihat kenyataan kemajuan peradaban Islam jauh meninggalkan peradaban mereka. Maka mulai saat itu orang-orang Barat berhubungan denga umat Islam di Andalusia, Shiqillah (Sicilia), Syiria dan lain-lain. Dengan adanya kesadaran dan hubungan-hubungan tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan Eropa pada masa sesudahnya.[6] Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam[7] dan kontribusi Intelektual Islam.

C. Kontribusi Intelektual Islam Terhadap Dunia Barat

            Perkembangan ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh para ilmuan muslim telah melahirkan karya besar di berbagai bidang keilmuan yang menjadi referensi bagi ilmuan barat pada masa selanjutnya. Di antara salah satu karya-karya tersebut adalah di bidang pendidikan, yaitu: Ghabus Namah (kumpulan nasihat moral dan pendidikan) oleh Amir Kaikawus Ibn Iskandar Ibn Ghabus’i Washmgir Ibn Ziar, Syiyarat Namah (buku politik pemerintah) oleh Zinam Al-Mulk, Gulistan dan Bustan (tentang moral dan keadilan) oleh Sa’di, Fatihat Al-Ulum (tentang persoalan-persolan seputar keutamaan ilmu pengetahuan) oleh Al-Ghazali, dan sebagainya.

Namun kontribusi intelektual Islam dalam hal keilmuan tidak terbatas di dalam bidang pendidikan saja. Kontribusi intelektual islam juga meliputi bidang-bidang keilmuan lainnya, seperti :

  1. Astronomi.

Diantara para ahli astronomi muslim yang tersohor adalah: Al Batani, yang termasuk 20 besar ahli astronomi terpenting dunia; Abul Wefa, yang menemukan kemiringan bulan; Ali ibn Youni, penemu jam matahari, dan Hassan Ibn Haitam, penemu optic yang nantinya menjadi dasar teropong Roger Bacon dan Kepler.[8] Ibrahim ibn Yahya Al-Naqqash, ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menetukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang.[9]

  1. Matematika.

Ilmu matematika dalam bahasa Arab disebut juga aljabar (perhitungan), sedangkan istilah alogaritme berasal dari nama penemunya, yaitu Al-Khawarinzi, yang memeiliki nama lengkap Muhammad bin Musa bin Khawarinzi. Ia merupakan salah seorang ahli matematika muslim yang terkenal dimasa khalifah Al-Mamun, yang menulis buku aljabar berjudul Al-jabr Wal-Maakalala (perhitungan dan symbol).[10]

  1. Fisika.

Ilmu fisika juga berhubungan erat dengan ilmu astronomi. Sehingga karya-karya tentang optik seperti yang ditulis Hassan ibn Haitam (965-1039) juga merupakan dasar bagi bangunan ilmu fisika, yakni dasar bagi pengadaan teropong dan fotografi. Di samping itu, penelitiannya mengenai kaca pembesar telah memberi inspirasi kepada Bacon dan Kepler yang menemukan teleskop maupun mikroskop.[11]

  1. Kimia.

Di antara ilmuan muslim dibidang kima adalah Abu Musa Jakfar Al-Kufi (Djeber), yang hidup pada paruh kedua abad VIII dan telah menulis semacam ensiklopedi dan rangkuman ilmu kimia. Di samping itu, ilmuan Abu Bakar Zakaria M. Razi (Razes) dalam bukunya Al-hawi, juga telah menguraikan bagaimana membuat asam sulfur atau alkhohol yang diperoleh dari proses destilasi gula yang diragi, sementara penemuan kimiawi di bidang industri adalah berupa penemuan mesiu untuk keperluan sejata dan pengolahan kertas dari bahan kapas.[12] Abbas ibn Farnas termasyur dalam ilmu kimia dan astronomi, ia adalah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu.[13]

  1.  Kedokteran.

Salah seorang ahli kedokteran muslim yang sangat terkenal di dunia Barat adalah Abu Ali Al-Husein Ibn Abdullah Ibn Sina, yang lebih dikenal sebagai Ibnu Sina atau Avicenna. Selain itu, Ibn Zohr juga merupakan salah seorang ahli kedokteran yang telah memperkenalkan aspek hukum dalam bidang observasi bidang kedokteran. Ada juga Ibn An-Nafis yang telah berhasil mempertontonkan sirkulasi darah secara akurat, tiga ratus tahun sebelum Servet, seorang dokter dari Portugis yang selama ini dianggap sebagai penemu pertama.[14]

  1. Sastra.

Hasil kajian Asian Palacios atas karya-karya surrealism dalam Islam dan atas buku La Devina Comedia karya Dante Aleghery yang menyimpulkan bahwa Dante telah mendapat pengaruh yang besar dari karya mistik Muhyidin Ibn Arabi maupun penyair buta Abul Ala Al-Maari. Sedangkan novel bernilai filsafat dari Ibn Tufail, Hayy Ibn Haqzan (hidup sang putra waspada) telah diterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh Edward Pococke pada tahun 1671 dan buku inilah yang mengilhami Daniel Defoe dengan kisahnya Robinson Crusoe.[15]

  1. Geografi dan Sejarah.

Dalam bukunya yang berbahasa Inggris berjudul Golden Pastures, Hasan Ali Al-Masudi memaparkan gambaran lengkap tentang setiap negeri yang pernah dikunjunginya pada pertengahan abad ke-10. Bahkan sejarah menunjukkan bahwa selama lebih dari tiga abad para ahli kartografi Eropa senantiasa mengutip karya-karya geografi muslim, seperti karya Nasrudin Tusi maupun hasil observasi Al-Koshaji yang telah berhasil menuyusun hasil petualangannya di Cina dan mengoreksi perhitungan garis lintang bumi maupun ukuran bumi. Sedangkan di bidang sejarah, Ibn Miskawaih merupakan seorang sejarawan muslim terkenal yang meninggal pada tahun 1030. Dalam bukunya yang berjudul Tajarib Al-Umam (pengalaman bangsa), ia memaparkan kisah sejarah tentang persia dan Arab sampai dengan masa hidupnya dan menyatakan bahwa penyerbuan Arab atas Persia telah terjadi sejak jauh sebelum Islam lahir.[16] Ibn Jubair dari Valencia menulis tentang negeri-negeri Muslim di Medetarinia dan Sicilia. Dan Ibn batutah dari Tangier mencapai Samudra Pasai dan Cina. Ibn Al-Khatib menyusun riwayat Granada.[17]

  1. Sosiologi dan Ilmu politik

Ibn Khaldun (1332-1406 M) merupakan pemikir filsafat sosiologi dan sejarah yang terkenal dalam peraddaban barat. Salah satu bukunya yang disebut sebagai Prolegomena membahas refleksi umum sejarah manusia dan berbagai macam peradaban manusia sebagai hasil dari perbedaan iklim, kehidupan kaum pengembara maupun yang telah menetap dan istiadat atau latar belakang peradaban yang berbeda, termasuk kelembagaan sosial, ilmu pengetahuan dan seni yang mereka kembangkan. Sementara, Al-farabi menulis buku yang sangat terkenal tentang filsafat politik yang berjudul Madinatul Fadhilah.[18]

  1. Arsitektur dan Seni Rupa.

Arsitektur muslim tampak dalam bentuk istana maupun masjid yang gemerlapan yang di kemudian hari berpengaruh pada seni bangunan gereja pada abad pertengahan di Eropa. Seperti pengaruh arsitektur masjid di Cordova terhadap gereja katedral Notre Dane du Puy dalam wujud lengkungan susun tiga, cuping ganda, lengkungan sepatu kuda maupun unsur dua warna yang merupakan ciri masjid di Cordova.[19]

D. Penutup

            Dari penjelasan-penjelasan sebelumnya, dapat diambil kesimpulan di antaranya:

  1. Sebelum islam datang, dunia barat mengalami masa kegelapan dikarenakan masih dikuasai doktrin gereja yang cenderung menolak kajian ilmu pengetahuan dan para ilmuan dianggap kafir, sehingga mereka disiksa dan dihukum.
  2. Kemajuan-kemajuan dunia barat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang sekarang ini kita rasakan tidak terlepas dari kontribusi para ilmuan muslim pada masa kejayaan islam.
  3. Kontribusi intelektual Islam dalam hal keilmuan tidak terbatas di dalam bidang pendidikan saja. Kontribusi intelektual Islam juga meliputi bidang-bidang keilmuan lainnya seperti: astronomi, matematika, fisika, kimia, kedokteran, sastra, geografi, sejarah, sosiologi, ilmu politik, arsitektur dan seni rupa.

[1] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 136.

[2] Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, cet ke-1(Jakarta: Kalam Mulia), 105.

[3] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 137.

[4] Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, cet ke-1(Jakarta: Kalam Mulia, 2011), 105.

[5] Ibid., 106

[6] Ibid., 106.

[7] Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008), 108.

[8] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 148.

[9] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, cet ke-3(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), 267

[10] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 148.

[11] Ibid., 148.

[12] Ibid., 149.

[13] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, cet ke-3(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), 267

[14] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 149.

[15] Ibid., 150.

[16] Ibid., 151.

[17] Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, cet ke-3(Jakarta: Rajawali Pers, 2012), 267.

[18] Samsul Nizar, Sejarah Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2011), 151.

[19] Ibid., 152.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,481 other followers

%d bloggers like this: